Minevesting Fund Vision

Industri pertambangan sangat rentan terhadap risiko eksternal terutama volatilitas harga komoditas dan risiko kebijakan. Pada awal tahun 2020, virus SARS Cov-2 (Covid-19) hampir melumpuhkan perekonomian dunia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah tersebut sebagai Pandemi Global. Sebagian besar perekonomian dunia telah memasuki resesi yang lebih parah dari krisis keuangan 2008 termasuk Indonesia. Namun inilah peluang potensial untuk mengambil langkah besar dalam investasi pertambangan sebelum pasar kembali normal khususnya di Indonesia. Industri Pertambangan di era baru ini sangat diharapkan dengan sizing besok. Oleh karena itu, "The Minevesting Fund Vision Program" , akan mengambil bagian untuk mengukur pertambangan Indonesia dan Asia Tenggara mulai sekarang, besok, dan masa depan.

Program Visi Dana Minevesting diluncurkan pada tahun 2021 pertama dengan tujuan memperkuat posisi dana dan menjadikannya lengan penting dari pengambilalihan, joint venture, join operation, akuisisi, investasi manajemen proyek, dan perdagangan komoditas yang diprogram untuk menjadi swasta yang unggul. dana kekayaan negara di Indonesia.

Sejak diluncurkan, program dana investasi telah mendukung pengelolaan banyak program termasuk memaksimalkan aset kesenangan, meningkatkan total pengembalian kepada pemegang saham, memperluas pendirian perusahaan lokal di berbagai bidang, dan proses peluncuran beberapa proyek pertambangan.