"Kegiatan Aktivitas Pertambangan"
Sumber gambar: Unsplash

Minevesting / February, 4th 2022

Kementerian ESDM Targetkan Investasi Sektor Minerba 2022 Tembus Rp 71 Triliun

Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi sektor minerba tahun 2021 di angka USD 4,52 miliar atau Rp 64,8 triliun. Nilai ini melebihi target yang ditetapkan yaitu USD 4,306 miliar atau Rp 64,8 triliun.

 

Pada tahun 2022 Direktorat Jenderal ESDM menargetkan investasi di sektor ini lebih tinggi dari realisasi 2021 yaitu senilai USD 5,01 atau Rp 71 Triliun.

 

“Tahun 2021 realisasi investasi Sub sektor Minerba USD 4,52 miliar atau 105% dari rencana semula USD 4,306 miliar jadi ada peningkatan, kemudian untuk tahun 2022 rencana investasi di mineral adalah sebesar USD 5,01 miliar. Kami menyadari kondisi pandemic covid yang masih berlangsung tapi kami tetap optimis tahun 2022 akan terjadi peningkatan investasi di minerba” ujar Direktur Jenderal Minerba Ridwan Djamaluddin dalam konferensi Pers Capaian Kinerja Tahun 2021 dan Rencana 2022 Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kamis (20/1).

 

Dengan dinaikkannya target investasi sektor minerba di tahun ini, pemerintah terus berupaya untuk menggenjot investasi dengan berbagai cara. Beberapa di antaranya adalah melakukan kegiatan proyek-proyek potensial. Selain itu, ESDM memperbaiki tata kelola dan regulasi.

 

Walaupun target investasi ditargetkan naik pada tahun ini, namun hal sebaliknya justru terjadi pada target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mana dipatok di angka Rp 42,36 triliun. Nilai ini jauh lebih rendah dari realisasi 2021 yang senilai Rp 75,16 triliun.

 

Ridwan mencatat nilai realisasi PNBP tahun lalu mencapai 192,2% dari target. Ia menyatakan target tetap dipasang relatif konservatif dengan asumsi harga komoditas mineral dan batubara kembali ke level normal, tak lagi setinggi harganya di tahun lalu.

 

Begitu juga dengan harga batubara di pasar internasional saat ini sudah mencapai di atas USD 200 per ton. Berdasarkan perdagangan di pasar ICE Newcastle (Australia) pada Rabu (19/01/2022), harga batubara ditutup pada level USD 214,35 per ton.

 

“Target PNBP 2022 Rp 42,36 triliun berdasarkan asumsi produksi batubara 550 juta ton dengan HBA USD 67,3 per ton. Kita memperkirakan HBA akan lebih dari USD 67,3 dan realisasi produksi akan lebih tinggi, di atas 550 juta ton dari RKAB yang dikeluarkan selama ini,” ujar Ridwan Djamaluddin.


Sumber:

Author: Patrasha Permana

Editor: Mayang Sari