"Pelantikan 10 Pejabat Baru"
Sumber gambar: MNC Media

Minevesting / January, 14th 2022

Menteri ESDM Lantik Pejabat KESDM yang Baru

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melantik 10 pejabat baru di lingkungan Kementerian ESDM. Pergantian jabatan ini dilakukan bersamaan dengan menipisnya pasokan batubara yang dialami PLN. Krisis ini membuat pemerintah mengambil langkah memberhentikan aktivitas ekspor batubara untuk sementara waktu, yakni hingga 31 Januari 2022.

 

Salah satu jabatan yang dipindah alihkan adalah Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara. Jabatan ini yang awalnya diduduki oleh Sujatmiko digantikan oleh Lana Saria yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Minerba.

 

Salah satu kewajiban jabatan Pembinaan Pengusahaan Batubara ini yaitu mengurusi kewajiban perusahaan batubara memenuhi domestic market obligation (DMO) batubara.

 

“Direktur Batubara diminta menjaga kebijakan domestic market obligation (DMO) dan keandalan pasokan batubara yang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” kata Arifin setelah melantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (10/1).

 

DMO atau alokasi kebutuhan dalam negeri ditetapkan Kementerian ESDM sebesar 25% dari tingkat produksi batubara. Arifin pun dengan tegas memberi arahan kepada Lana untuk menjatuhkan sanksi bagi perusahaan yang tidak melaksanakan kewajiban DMO sesuai yang tercantum pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 139.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara.

 

Berdasarkan catatan Investor Daily, terdapat 34 perusahaan batubara yang terkena sanksi larangan ekspor pada Agustus 2021. Pada Januari 2022 ini, Kementerian ESDM mengeluarkan kebijakan larangan ekspor batubara selama satu bulan penuh.

 

“Bagi badan usaha yang tidak memenuhi kontrak (DMO) agar diberikan sanksi sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku” tegas Arifin.

 

Dengan adanya rotasi dan promosi ini, harapan Arifin capaian target kerja di lingkungan Kementerian ESDM dapat dipercepat. Selain itu, menurutnya rotasi dan promosi jabatan merupakan hal yang biasa karena adanya kebutuhan organisasi.


Sumber:

Author: Patrasha Permana

Editor: Mayang Sari