"Aktivitas Penambangan Batu Bara"
Sumber gambar: LiveMint

Minevesting / December, 23rd 2021

Rencana Alfa Energi Investama (FIRE) Akuisisi Tambang Batubara dan Pembangunan PLTS di 2022

PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE), perseroan yang mengembangkan usaha di industri listrik, telah membuat beberapa rancangan agenda bisnis 2022. Direktur Alfa Energi Investama, Lyna, mengatakan bahwa perseroan akan menaikkan produksi dari anak usaha menjadi 1 juta ton per tahun di tahun depan. PT Alfara Delta Persada merupakan anak usaha FIRE yang menjalankan aktivitas tambang dengan kapasitas produksi hingga 1 juta ton per tahunnya. 

 

Pada tahun lalu, produksi batubara Alfa Delta Persada terkoreksi hingga 45,93% yoy akibat pandemi menjadi 491.089 ton dari sebelumnya 908.273 ton di 2019. 

Presiden Direktur Alfa Energi Investama, Aris Munandar mengatakan bahwa tidak ada strategi khusus untuk penjualan penambahan produksi 1 juta ton tersebut.

 “Kami sebagai trading company sekaligus marketing company sudah ada pasar dari India, China, Vietnam, dan negara di sekitar Asia. Jadi bukan menjadi masalah kami untuk penjualan,” tuturnya.

 

FIRE, melalui PT Alfara Delta Persada ini memiliki IUP seluas 2.089 hektar yang berlokasi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2016. Perseroan ini juga memiliki aset pertambangan batu bara di Kutai Barat, Kalimantan Timur seluas 6.000 hektar melalui PT Berkat Bara Jaya yang masih dalam tahap praoperasi.

 

Selain menaikan kapasitas produksi, Lyna juga menyatakan, di tahun 2022 FIRE juga mengkaji proyek energi terbarukan untuk berpartisipasi dalam program Go Green pemerintah. Berdasarkan yang diungkapkan Aris, di akhir tahun lalu sampai awal tahun 2021, Alfa Energi sudah menjajaki pembangunan PLTS di atas lahan bekas galian tambang batubara.

 

Sejauh ini pemanfaatan tenaga surya di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan potensi yang dimiliki. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, tenaga surya merupakan energi bersih yang paling potensial untuk dikembangkan Indonesia dibanding dengan sumber energi baru terbarukan (EBT) lainnya. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber tenaga surya yang besar dan harga yang kompetitif. Selain itu penggunaan PLTS dapat mengurangi polusi yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga fosil.

 

Sayangnya karena terkendala pandemi maka proyek PLTS Alfara Delta Persada masih belum terealisasi. Padahal, FIRE telah melakukan kajian awal dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun, karena terhalang pandemic proyek tersebut belum kunjung berjalan.


Sumber:

Author: Patrasha Permana

Editor: Mayang Sari